
Pulau Bangka tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan hasil timahnya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang penyebaran agama Islam. Salah satu wilayah yang menjadi saksi bisu perjalanan tersebut adalah Desa Bangka Kota, sebuah desa yang menyimpan banyak makam-makam Muslim kuno dengan nilai sejarah tinggi.
Melalui perjalanan eksploratif ini, Tim Kampung Journey menyambangi Desa Bangka Kota untuk menelusuri langsung jejak-jejak sejarah Islam yang masih tersisa, mulai dari kompleks pemakaman tua hingga makam keramat yang diyakini sebagai tempat peristirahatan seorang ulama besar dari Kerajaan Pasai.
Perjalanan Tim Kampung Journey dimulai dari Pangkalpinang, dengan jarak tempuh sekitar satu jam lebih, perjalanan ini terasa begitu menyenangkan. Sepanjang jalan, kami melewati beberapa desa dan kampung yang menyuguhkan pemandangan khas kampung Bangka.
Rasa lelah selama perjalanan seakan terbayar dengan suasana yang menenangkan dan penuh rasa ingin tahu akan sejarah besar yang menanti di tujuan.

Sesampainya di Desa Bangka Kota, tujuan pertama kami adalah rumah Bang Dedi, seorang warga setempat yang menjadi guide lokal sekaligus pemerhati sejarah makam-makam Islam di desa ini. Sambutan hangat dan keramahan Bang Dedi langsung terasa sejak kami tiba.
Kami pun berbincang santai mengenai sejarah Desa Bangka Kota, khususnya tentang makam-makam kuno Muslim yang tersebar di wilayah ini. Menurut Bang Dedi, beberapa nisan yang pernah ditemukan memiliki corak khas Kesultanan Aceh dan Kesultanan Demak, yang menjadi bukti kuat adanya hubungan erat Bangka Kota dengan pusat-pusat penyebaran Islam di Nusantara pada masa lampau.

Setelah dirasa cukup berbincang, perjalanan pun dilanjutkan menuju lokasi pertama, yakni Kompleks Pemakaman Begunung Hill. Lokasi ini berada tidak jauh dari pemakaman umum desa dan dikenal oleh masyarakat setempat sebagai salah satu situs makam tertua.

Di kompleks ini terdapat banyak makam-makam kuno. Beberapa di antaranya masih utuh dengan nisan batu yang khas, namun sebagian lainnya sudah rusak bahkan hilang dimakan usia dan perubahan lingkungan.

Kompleks Begunung Hill memiliki area yang cukup luas. Sayangnya, sebagian wilayahnya kini telah berubah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit, sehingga keberadaan makam-makam kuno di lokasi ini semakin terancam. Hal ini menjadi pengingat pentingnya pelestarian situs sejarah agar tidak hilang oleh perkembangan zaman.

Perjalanan berlanjut menuju Kompleks Pemakaman Ratu Bagus. Berbeda dengan Begunung Hill, kompleks ini lebih dikenal sebagai makam keluarga. Namun demikian, makam ini memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat setempat.

Makam ini diyakini sebagai tempat peristirahatan seorang ulama besar dari Kerajaan Pasai (Aceh) bernama Syekh Syarif Abdul Rasheed. Beliau dikenal sebagai tokoh yang berperan besar dalam menyebarkan ajaran Islam di Pulau Bangka, khususnya di wilayah Desa Bangka Kota.
Menurut cerita masyarakat setempat, Syekh Syarif Abdul Rasheed juga sering dikaitkan dengan tokoh legendaris Akek Antak, yang diperkirakan hidup sekitar abad ke-10 Masehi. Keberadaan makam ini hingga kini masih diziarahi dan dijaga sebagai bagian dari warisan sejarah dan spiritual masyarakat Bangka Kota.

Berdasarkan penelusuran ini, dapat disimpulkan bahwa Desa Bangka Kota bukanlah desa biasa. Wilayah ini diyakini pernah menjadi salah satu pusat awal penyebaran Islam di Pulau Bangka, dengan pengaruh kuat dari kerajaan-kerajaan Islam besar di Nusantara seperti Kesultanan Pasai, Aceh, dan Demak.
Jejak tersebut tercermin dari bentuk nisan, lokasi makam, hingga cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat setempat.
Perjalanan Tim Kampung Journey ke Desa Bangka Kota bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah upaya menggali, merekam, dan mengenalkan kembali jejak sejarah Islam yang hampir terlupakan.
Situs-situs makam kuno ini adalah saksi bisu perjalanan panjang peradaban Islam di Pulau Bangka. Sudah sepatutnya keberadaan mereka dijaga, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi muda agar sejarah tidak hanya menjadi cerita, tetapi juga pelajaran berharga tentang identitas dan jati diri daerah.
Desa Bangka Kota menyimpan kisah besar yang patut untuk terus ditelusuri.
Komentar
Posting Komentar